7 Kesalahan dalam Pembuatan CV yang Sering Kita Lakukan

7 Kesalahan dalam Pembuatan CV yang Sering Kita Lakukan

7 kesalahan dalam membuat CV yang sering kita abaikan | Sumber: Unsplash (Sebastian Herrmann)

Pernahkah SohIB bertanya-tanya dalam hati, mengapa proses memasukan dokumen lamaran pekerjaan selalu tidak lolos? Padahal prestasi bisa dikatakan cemerlang, kualifikasi mumpuni terhadap profesi yang dituju, dan pengalaman sudah sesuai. Apakah karena diri kita masih kurang cukup untuk memenuhi panggilan kerja?

Eits.. belum tentu demikian, ya! Tahukah SohIB, bahwa kebanyakan dari kita gagal melewati proses pertama seleksi pekerjaan, yaitu screening CV dikarenakan hal-hal di bawah ini? 

Salah Ejaan dan Penulisan

Siapa yang suka typo? Yup, typo - istilah yang digunakan untuk kesalahan menulis, adalah ‘penyakit’ paling umum yang dilakukan oleh para jobseeker. Meskipun terdengar sepele, hal ini bisa menunjukkan seberapa teliti kita, lo! Bayangkan apabila SohIB sedang mendaftar untuk posisi content writer dan di dalam CV-nya terdapat banyak typo. Tentunya, kesempatan kita untuk mendapatkan pekerjaan tersebut menjadi semakin kecil.

Sebelum memutuskan untuk apply lamaran, selalu cek kembali data diri kita. Pastikan tidak ada kesalahan ejaan maupun penulisan. Apabila SohIB menuliskan lampiran atau beberapa keyword menggunakan bahasa asing, jangan lupa untuk double checking dalam penggunaan grammar.

Desain yang Terlalu Rumit

https://unsplash.com/photos/eTlkUZX1U0s Photo by Onur Binay on Unsplash
ATS tidak mampu mendeteksi CV yang terlalu rumit desainnya | Sumber: Unsplash (Onur Binay)

Dewasa ini, para HRD sudah mulai menggunakan applicant tracking system dalam pengecekan CV. Hal ini tentu wajib menjadi perhatian oleh jobseeker karena biasanya ATS tidak mampu mendeketeksi data diri yang desainnya terlalu rumit atau ‘kreatif’.

Lebih baik, gunakan style CV yang sederhana, akan tetapi modern dan berkelas. Pertimbangkan font yang terbaca dengan mudah, pemilihan warna yang tidak terlalu mencolok, dan penggunaan grafis seminimal mungkin. Saat ini, telah banyak jasa penyedia CV ATS-friendly yang dapat kita unduh dengan mudah.

Lantas, bagaimana dengan yang mendaftar sebagai desain grafis atau profesi lain yang perlu menunjukkan sisi kreativitas? SohIB dapat menyertakan portofolio bersamaan dengan CV saat pemberkasan. Pada portofolio inilah kita dapat lebih bebas berkreasi dan menonjolkan skill desain. 

Baca juga: Self Love, Penting tetapi Sering Diabaikan

Penjelasan Bertele-tele

Karena prestasi minim atau pengalaman kerja masih sedikit, kita berniat untuk memberikan penjelasan lebih panjang agar data diri tidak tampak terlalu kosong. Niat kita mungkin tidak salah, tetapi berpotensi membuat HRD menjadi malas untuk me-review, lo!

Cukup tuliskan poin-poin yang penting dan relevan dengan posisi yang sedang kita tuju. Lampiran yang efektif dapat memudahkan recruiter dalam menemukan profil pelamar yang mereka benar-benar butuhkan. Tenang saja, kamu akan diberikan kesempatan untuk menjelaskan lebih detail tentang diri saat interview nanti!

Menggunakan Bahasa yang Terlalu Umum

“Saya adalah seseorang yang andal dan loyal terhadap perusahaan.”

“Skill: good communication, problem solver, and friendly.”

Mari kita cek pada berkas kita masing-masing, apakah masih ada kalimat-kalimat general seperti di atas? Alih-alih menuliskan penjelasan yang terlalu umum, berikan keterangan yang lebih spesifik dan on point, seperti keterampilan software tertentu yang menunjang profesi, bisa mengetik cepat dengan 10 jari, menguasai dasar-dasar PUEBI, dan lainnya.

Memberikan Informasi yang Kurang Relevan

Memasukkan semua pengalaman kerja dan keterampilan yang lengkap boleh-boleh saja. Namun, hati-hati agar tidak terlalu ‘keluar dari jalur’. Perhatikan kualifikasi yang perusahaan minta saat akan melamar pekerjaan ya, SohIB!

Apabila kita bermaksud untuk mendaftar kerja sebagai SEO writer, masukkan pengalaman kerja dan skill yang masih berhubungan. Misalnya paham penggunaan SEO tools, mampu mencari keyword, dan riset audiens. Saran yang berguna adalah buat beberapa CV dengan versi berbeda-beda dan sesuaikan dengan posisi lamaran kita. Tentu kamu tidak akan menonjolkan sisi pandai menggunakan Google Trends untuk pekerjaan menjadi guru fisika, bukan?

Menggunakan Foto Selfie

https://unsplash.com/photos/zY_NaksFH1k Photo by Antoine Beauvillain on Unsplash
Foto diri bukanlah sebuah keharusan, tetapi tetap perhatikan kaidahnya | Sumber: Unsplash (Antoine Beauvillain)

Hayo.. siapa yang masih berpikir bahwa foto selfie layak untuk dipasang pada CV? Meski tidak ada aturan dasar bagaimana pose foto yang harus kita tampilkan, jangan sampai menganggap remeh hal tersebut, ya!

Mengutip dari laman Novo Resume, gambar diri dalam dokumen merupakan ‘personal brand’ seseorang. Beberapa tips yang dapat menunjang foto yang baik di antaranya:

  1. Mengenakan pakaian yang semi formal atau formal. Pilih paduan warna yang netral dan riasan yang sederhana.
  2. Jangan gunakan format foto full body, cukup dari atas hingga sepanjang pinggang tubuh.
  3. Perhatikan pose tubuh yang kita pilih, jangan terlalu membungkuk, tersenyum terlalu lebar, tampak terlalu kaku, maupun hal berlebihan lainnya.
  4. Pertimbangkan menggunakan jasa fotografer profesional agar hasil lebih maksimal.

Baca juga: SohIB Bercerita: Inspirasi Perempuan Berani Bawa Perubahan

Tidak Jujur

Saat HRD menerima aplikasi kita, bukan tidak mungkin mereka akan mengecek background kita untuk memastikan apakah sesuai dengan yang tertulis. Hindari penulisan data yang tidak jujur agar tidak merepotkan SohIB ke depannya. Bisa jadi perusahaan akan mempertanyakan profesionalitasmu di kemudian hari saat skill yang tercantum ternyata tidak kita kuasai.

So, itu tadi beberapa kesalahan yang sadar atau tanpa kita sadari sering melakukannya. Poin mana aja, sih, yang kamu banget? Yuk, check kembali CV kita! Semoga proses lamaran kerja kamu menjadi lebih lancar, ya!

Jangan lupa untuk terus ikuti artikel-artikel seru lainnya hanya di sohib.indonesiabaik.id! Banyak lo, informasi menarik nan lengkap yang harus banget SohIB baca. So, sampai berjumpa lagi dan salam Sobat Baik Indonesia Hebat! (AJ)