Wujudkan Generasi Muda sebagai Investasi Masa Depan Bangsa

Wujudkan Generasi Muda sebagai Investasi Masa Depan Bangsa

ilustrasi (dokpri)

#SobatHebatIndonesiaBaik #JadiKontributorJadiInspirator #BerbagiMenginspirasi #SohIBBerkompetisiArtikel

Fakta tak terbantahkan, generasi muda adalah investasi bagi sebuah bangsa. Bahkan Bung Karno memiliki optimisme tersendiri terhadap generasi muda. “Berikan aku seribu pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Begitu kata Bung Karno.

Sejarah nasional pun mencatat itu, peran pemuda begitu penting bagi sebuah bangsa.

Bukankah lahirnya rasa nasionalisme (kebangkitan nasional), ikrar sumpah pemuda yang mendorong persatuan dan kesatuan bangsa, hingga terlaksananya proklamasi kemerdekaan Indonesia, tidak terlepas dari peran pemuda?

Bahkan kalau kita mengikuti catatan sejarah nasional Indonesia pasca merdeka, peran pemuda terus terlihat. Baik itu ketika berkarya dalam mengisi kemerdekaan, hingga melakukan kontrol pemerintahan melalui berbagai aksi. Misalnya saja, ketika reformasi 1998 terjadi di negeri ini, kita tentu tidak bisa menutup mata untuk peran pemuda yang begitu besar dalam menggulirkan reformasi tersebut.

Bukan itu saja. Hingga hari ini, ada banyak deretan nama pemuda yang telah mengharumkan nama bangsa dalam berbagai bidang, seperti ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, olahraga, kemajuan ekonomi dan keuangan, dan yang lainnya.

Tanpa generasi muda, apa jadinya sebuah bangsa di masa mendatang?

Generasi terdahulu ada masanya. Cepat atau lambat, tongkat estafet akan diserahkan kepada generasi muda. Tongkat kepemimpinan sebuah bangsa di masa mendatang, akan menjadi milik generasi muda.

Pertanyaannya, siapkah generasi muda menerima tongkat estafet tersebut? Bagaimana sejatinya generasi muda mempersiapkan diri untuk menerima tongkat estafet tersebut?

Sebagai seorang guru, tentu saya memiliki andil dan turut bertanggung jawab untuk merajut dan mempersiapkan masa depan para generasi muda. Dengan apa?

Menurut hemat saya, mempersiapkan generasi muda bukan mempersiapkan kognitif dan psikomotoriknya semata. Itu memang penting, tetapi ada yang tidak kalah penting dari hal tersebut. Bagaimana mereka memiliki karakter unggul dan mental yang kuat. Apalagi zaman yang akan dihadapi adalah zaman yang penuh ketidakpastiaan.

Kalau hanya melakukan transfer pengetahuan dan melatih ketrampilan generasi muda, sesungguhnya di era digital seperti sekarang tentu bukan perkara sulit. Sebab ada banyak pengetahuan dan berbagai ketrampilan yang bisa ditemukan dengan cara berselancar di internet.

Jadi ada hal-hal yang esensi lainnya yang bisa dilakukan oleh seorang guru melalui bangku sekolah.

Meminjam slogan yang pernah diperkenalkan Ki Hajar Dewantara, bahwa seorang guru dapat mengambil posisi di depan para peserta didiknya, yakni menjadi teladan bagi mereka (Ing Ngarso Sung Tulodo). Guru bisa juga berada di tengah peserta didiknya, menggugah semangat peserta didik (Ing Madya Mangun Karsa), serta guru berada di belakang siswa untuk mendorong peserta didik untuk lebih maju (Tut Wuri Handayani).

Melalui ketiga hal tersebut, tentu diharapkan peserta didik tumbuh dan berkembang karakter unggulnya dan mental yang kuat.

Keteladanan guru bisa menjadi model dan pedoman mereka berperilaku pada masa mendatang. Sementara dengan pembiasaan menggugah semangat dan mendorong mereka lebih maju, membuat peserta didik memiliki percaya diri, antusiasme, tetap produktif dalam berkarya, dan lain sebagainya.

Karakter unggul dan mental yang kuat yang telah ditanamkan dalam diri generasi muda, tentu akan membuat mereka menjadi pemimpin yang hebat kelak. Pemimpin yang tidak mudah menyerah, pemimpin yang mampu bangkit di saat mengalami kegagalan, pemimpin yang mengutamakan kepentingan bangsanya atau kepentingan umum melebihi kepentingan pribadinya.

Dengan demikian, harapan kita bahwa generasi muda tersebut, benar-benar merupakan investasi masa depan. Terlebih ketika Indonesia akan memasuki masa Indonesia Emas 2045. Generasi muda saat ini telah siap menjadi pemimpin yang kuat dan matang pada masa tersebut.

Nah, yang tidak kalah penting saat ini, ketika Indonesia sedang dipercaya menjadi Presidensi G20, di manakah peran generasi muda? 

Dalam sebuah media disampaikan bahwa  “Presiden menginginkan adanya deliverables yang konkret dalam bentuk proyek dan inisiatif. Di sini, anak muda bisa memainkan peran yang penting sebagai katalisator aksi untuk pemimpin G20. Kalian dapat menyuarakan ide hingga menginisiasi program dan kolaborasi,”

Tentu ada banyak ide generasi muda yang bisa disampaikan kepada para pemimpin G20. Bukankah generasi muda saat ini adalah generasi yang kreatif dan memiliki banyak peluang melalui media sosial untuk menyampaikan ide-ide tersebut secara terbuka? Tebarkanlah berbagai konten yang baik dan berguna bagi masyarakat luas. Apalagi konten-konten yang berisi dukungan terhadap tema G20 tersebut, “Recover Together, Recover Stronger”.

Melalui konten-konten yang dibuat generasi muda tersebut, diharapkan bisa menjadi ajakan bagi semua elemen bangsa untuk giat untuk saling membahu dalam berbagai pemulihan di berbagai negara. Misalnya saja, pemulihan berbagai masalah yang dihadapi pasca pandemi Covid-19. Begitu juga dengan permasalahan lain yang sedang dihadapi negara berkembang.

Perlu diingat, sejarah telah mencatat berbagai aksi generasi muda di setiap zaman, aksi generasi muda adalah aksi yang sangat strategis membawa berbagai perubahan. Nah, saatnya kita membuktikan bahwa generasi muda zaman sekarang dapat memberi peran juga dalam membawa berbagai perubahan melalui aksi nyata seperti yang sudah disampaikan di atas tadi. Semoga saja.