Prinsip Kaizen, Biar Kita Makin Produktif

Prinsip Kaizen, Biar Kita Makin Produktif

Resolusi 2022 harus diwujudkan tanpa ditunda lagi, ya! | Sumber: Unsplash (Mikel Parera)

Biasanya, saat malam tahun baru menjelang, salah satu “momen sakral” yang kita lakukan adalah membuat list perencanaan untuk tahun berikutnya. Katanya sih, biar tahun ini bisa jadi lebih baik daripada yang sebelumnya.

Namun, "penyakit lama" mulai kembali lagi. Daftar-daftar tersebut hanya menjadi lembaran kertas belaka. Mau merealisasikan abcde, rasanya kok, malas banget, ya? Kemudian, tahu-tahu sudah muncul malam tahun baru setelahnya. Apakah SohIB juga merasakan hal yang sama?

Di tahun 2022 yang sudah menginjak di bulan ketiga ini, perubahan apa yang sudah SohIB capai? Untuk mencapai rencana-rencana baru, tentunya diperlukan tekad yang kuat, proses yang tidak sebentar, dan kedisplinan dalam pelaksanaannya. Memang di dunia ini kan, nggak ada yang instan kecuali mie instan!

Berbicara mengenai disiplin, pasti SohIB sudah tahu bahwa Jepang adalah salah satu negara yang memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi. Lihat saja dalam keseharian mereka, bagaimana kebiasaan ngaret sangat jarang terjadi, super bersih, rapi, dan pekerja keras. Rupanya, negara maju ini memiliki sebuah prinsip keren bernama Kaizen!

Beberapa kita mungkin sudah pernah mendengar tentang prinsip tersebut karena sempat menjadi tren di negara kita beberapa tahun silam. Nah, agar resolusi kita tahun ini tercapai, yuk SohIB, mari mengenal prinsip Kaizen dari Negara Sakura tersebut!

Baca juga: Mengenal Sadranan, Kearifan Lokal Jawa Tengah

Sejarah Lahirnya Prinsip Kaizen

https://unsplash.com/photos/mo3FOTG62ao Photo by Shiromani Kant on Unsplash
Kaizen memiliki arti yakni perubahan dan kebijaksanaan dalam bahasa Jepang | Sumber: (Shiromani Kant)

Kaizen berasal dari Bahasa Jepang, “Kai” artinya perubahan dan “Zen” kebijaksanaan. Masaaki Imai, seorang ahli konsultan manajemen di Jepang adalah orang pertama yang menemukan konsep tersebut. Karena beliau adalah sosok yang terkenal akan karyanya tentang manajemen mutu, maka kemudian Kaizen diterapkan, terutama dalam lingkup pekerjaan dan organisasi.

Prinsip ini juga dikenal sebagai konsep “satu menit”, yaitu melakukan hal-hal baik bisa dimulai dari satu menit pertama secara konsisten, daripada dikerjakan dalam waktu yang lama tetapi tidak berulang.

Hal ini dapat mengatur mindset kita untuk tidak mengecilkan sesingkat apapun waktu dan perubahan yang sedang kita jalani. Bagaimana awal mula sebuah perubahan bisa berjalan meski hanya dari konsistensi satu menit? Ibaratkan saja dengan pesawat terbang. Pada menit-menit pertama, pilot dan kopilot pasti tidak serta merta menerbangkan pesawatnya, bukan? Terdapat beberapa persiapan yang harus dilakukan dan prosedur ini tidak boleh diabaikan sama sekali. So, kamu bisa melihat kan, bahwa satu menit pun sangat berharga untuk sebuah pesawat yang akan lepas landas sekalipun?

Satu menit apabila diisi dengan aktivitas yang produktif secara terus-menerus dan disiplin, maka artinya kita telah berhasil mengalahkan kemalasan yang ada dalam diri kita. Dari satu menit tersebut, suatu saat kita akan terbiasa menggunakan waktu dengan lebih bijaksana. Cocok banget untuk SohIB yang masih sering menunda-nunda pekerjaan, nih!

Eits, konsep Kaizen bahkan juga digunakan dalam perusahaan otomotif besar sekelas Toyota, lo! Hasilnya, industri raksasa dari Jepang tersebut mampu bersaing dengan produsen otomotif lainnya.

Baca juga: Mengenal Stunting, Masih Membayangi Kita Hingga Kini

Kaizen dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam buku Robert Maurer yang berjudul One Small Step Can Change Your Life, terdapat 6 poin strategi yang bisa kita terapkan dalam prinsip Kaizen:

1. Ajukan pertanyaan kecil kepada diri

Seringkali seseorang terjebak dengan dirinya karena berpikir bahwa untuk mencapai sesuatu, diperlukan perubahan besar dan langkah yang banyak. Sebetulnya, ini tidak selamanya salah. Namun, pernahkah kamu ketakutan sendiri karena merasa tujuan sejauh itu tidak akan dapat kita jangkau?

Kaizen membantu kita untuk menyelami diri lebih dalam. Mengajukan pertanyaan kecil seperti, “Mengapa aku sering bangun terlambat?” dapat melahirkan puluhan follow up question selanjutnya. Hal tersebut akhirnya akan memacu diri untuk menemukan penyelesaian untuk mengatasi masalah tersebut. Pada dasarnya, manusia memang memiliki akal untuk menjadi problem solver bagi dirinya, bukan?

2. Gunakan pemikiran kecil

SohIB pernah menonton series yang berjudul “Queen’s Gambit”? Dalam drama tersebut, sang pemeran utama sering membuat simulasi pertandingan catur dalam benaknya sebelum mulai bermain.

Serupa dengan hal tersebut, prinsip Kaizen membantu kita untuk tidak takut mencoba hal baru dengan mencobanya terlebih dahulu. Latih dalam pikiran kita dengan aktivitas atau rencana yang akan dikerjakan hingga merasa sudah siap untuk mempraktikannya di lapangan. Dengan demikian, diri kita menjadi terbiasa untuk tetap tenang dengan situasi yang masih baru, tidak takut melangkah, dan memiliki keahlian baru pada akhirnya.

3. Melakukan tindakan kecil dengan potensi keberhasilan tinggi

Jika hanya menyusun rencana, tetapi tidak mengambil tindakan nyata, apa bedanya? Dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin, sebetulnya kamu sudah mulai memenangkan pertarungan awal, lo! Buatlah perbuatan-perbuatan kecil yang kita lakukan menjadi rutinitas baru, bersabar dengan diri, dan lihatlah keajaibannya!

4. Pecahkan masalah kecil sebelum menjadi besar

Yup, menunda sesuatu yang baik memang tidak ada manfaatnya, bukan? Terkadang, bukannya menyelesaikan masalah, justru kita biarkan bahkan lari begitu saja! Mulai identifikasi kesalahan dan permasalahan yang kita hadapi hari ini. Kemudian cari tahu penyebab dan cara menyelesaikannya. Sebuah kapal yang bocor kecil bahkan bisa menenggelamkan seluruh awaknya, kan?

5. Beri imbalan kecil

Berikan reward atas pencapaian diri kita itu penting, lo! Dengan demikian, SohIB akan semakin bersemangat dan termotivasi untuk melakukan perubahan baru lainnya. 

6. Apresiasi momen kecil

Apresiasi sekecil apapun dapat mengubah hidup seseorang, bahkan tanaman sekalipun! Mari kita pikirkan dalam benak masing-masing, kapan terakhir memberikan pujian terhadap diri sendiri? Kemudian, berapa banyak orang yang sudah kita apresiasi hari ini? Pasti lebih banyak untuk orang lain karena memang lebih mudah dilakukan, betul tidak? Maka dari itu, jangan lupa sayangi diri dan jangan pelit untuk menunjukkannya, ya!

Setelah membaca ulasan di atas, bagaimana pendapat kamu? Apakah menurut SohIB, prinsip Kaizen cocok untuk menjadi pedoman kita tahun ini agar hidup lebih produktif dan tertata dengan baik? Komen di bawah, ya!

Jangan lupa untuk terus ikuti artikel-artikel seru lainnya hanya di sohib.indonesiabaik.id, ya! Banyak lo, informasi menarik nan lengkap yang harus banget kamu baca. Nggak hanya itu aja! Jika kamu memiliki passion di bidang kepenulisan dan ingin senantiasa berkembang, join jadi kontributor SohIB dan dapatkan banyak benefit-nya!

Oiya, SohIB.id juga punya komunitas keren yang selalu aktif memberikan berbagai pelatihan, webinar, diskusi, dan bagi-bagi merchandise cantik, lo! Skuy, langsung gabung aja di sini! So, sampai berjumpa lagi dan salam Sobat Baik Indonesia Hebat! (AJ)