Pemuda Kuat dan Cerdas Menuju Indonesia Maju

Pemuda Kuat dan Cerdas Menuju Indonesia Maju

Indonesian Youth Unsplash(Haddad Azfa)

#SobatHebatIndonesiaBaik

#JadiKontributorJadiInspirator

#BerbagiMenginspirasi

 #SohIBBerkompetisiArtikel

      Pemerintah Republik Indonesia melalui Dewan Perwakilan Rakyat tengah menggodok RUU KIA (Kesejahteraan Ibu dan Anak). RUU KIA ini merupakan langkah pemerintah untuk berinvestasi pada masa depan generasi penerus bangsa sejak masih dalam kandungan. Kenapa DPR begitu getol dengan RUU KIA ini ? karena salah satu penyebabnya adalah Indonesia darurat stunting. Dilansir dari m.republika angka stunting di Indonesia masih 24,4 persen dan di atas standar WHO  dengan batas toleransi di bawah 20 persen. RUU KIA ini mengatur  ibu pekerja untuk dapat mengambil cuti melahirkan minimal 6 bulan serta cuti keguguran 1,5 bulan.

Generasi Penerus Bangsa
Generasi Penerus Bangsa Ι Unsplash (Robert Collins)

      Selain itu sang suami yang merupakan calon ayah dapat mengambil cuti pendampingan melahirkan maksimal 40 hari dan keguguran paling lama 7 hari. Selama masa cuti pun, para pekerja ini mendapat pembayaran gaji secara penuh yakni 100 persen 3 bulan pertama dan 75 persen pada 3 bulan kedua. Pemerintah peduli pada masa 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan), menurut Hellosehat masa 1.000 hari pertama kehidupan yang dimulai sejak masa kehamilan (270 hari) sampai dengan anak berusia 2 tahun (730 hari). Karena pada masa itu, merupakan masa-masa krusial bagi tumbuh kembang anak dalam pemenuhan gizi harus optimal sehingga perlu peran ayah dan ibu dalam prosesnya. Dengan gizi yang cukup dapat membantu pertumbuhan fisik sekaligus kecerdasan anak. Anak yang sehat dan cerdas tentunya akan tumbuh menjadi generasi muda penerus bangsa yang mampu bersaing dengan tuntuan global. Pemerintah dan masyarakat saat ini ibaratnya adalah akar yang menopang bangsa Indonesia sehingga dalam prosesnya menghasilkan buah yang sehat yakni generasi muda kuat dan cerdas.

           Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2009 pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode  penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia  16 (enam belas) sampai 30 (tiga puluh) tahun. Peran pemuda terekam dalam bukti perjalanan bangsa Indonesia menuju 77 tahun kemerdekaan. Sebelum proklamasi kemerdekaan ditandai dengan lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dimana para pemuda Indonesia mengucapakan ikrar bertumpah darah satu,berbangsa satu dan berbahasa satu yaitu Indonesia. Peristiwa bersejarah yakni proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 merupakan hasil dari Peristiwa Rengasdengklok dimana terjadi perselisihan antara golongan muda dan tua mengenai waktu proklamasi kemerdekaan, dari perselisihan tersebut dua Bapa Bangsa Indonesia Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta diculik dan dibawa ke Rengasdengklok untuk diamankan dari pengaruh Jepang. Bahkan naskah proklamasi kemerdekaan diketik oleh Sayuti Melik yang merupakan salah satu golongan pemuda pada masa itu.  

            Kita tentu tidak mungkin lupa tentang peran pemuda dalam runtuhnya pemerintahan orde baru dimana para mahasiswa berhasil menduduki gedung DPR dan memaksa Presiden Soeharto mundur dari kursi kepresidenan sejak memerintah dari tahun 1966-1998. Peristiwa penembakan 4 mahasiswa Univeristas Trisakti serta hilangnya 13 aktifis yang sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya. Iya, berkat mereka kita semua dapat memasuki era reformasi yang ditandai dengan lengsernya kekuasaan Presiden Soeharto, penghapusan dwi fungsi ABRI, amandemen UUD 1945 untuk membatasi masa jabatan presiden atau menteri yang dapat kita rasakan manfaatnya sampai saat ini. Pengorbanan mereka membawa bangsa ini mulai mengobati “luka-luka” bekas peninggalan orde lama maupun orde baru untuk diperbaiki di era reformasi. 

Indonesian Youth Unsplash(Haddad Azfa)
Indonesian Youth Ι Unsplash (Haddad Azfa)

      Lalu bagaimana dengan peran pemuda di era digital sekarang? ada beberapa yang bisa saya sebutkan dari sekian banyak pemuda yang berkontribusi besar terhadap bangsa dan negara. Salah satunya adalah Nadiem Makarim yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia pada Kabinet Indonesia Maju. Sebelum menjadi seorang menteri ia dikenal sebagai pendiri Gojek yakni perusahaan teknologi yang menyediakan jasa transportasi ojek. Para ojek yang biasanya hanya duduk menunggu pelanggan kini melalui aplikasi gojek membantu mereka untuk tidak kesusahan mencari penumpang dan sebaliknya penumpang tidak susah mencari ojek.  Ada juga William Tanuwijaya  pendiri Tokopedia yakni platform jual beli online yang membantu mempermudah transaksi jual beli antara penjual dan pembeli dan mendorong pelaku usaha UMKM yang kekurangan modal untuk dapat mempunyai “toko online” tanpa harus menggelontorkan dana untuk membangun toko secara fisik serta memperluas jangkauan pelayanan/usaha pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Nadiem dan Wiliam merupakan contoh dari generasi muda yang memanfaatkan pengetahuan dan teknologi untuk memberikan kontribusi bagi bangsa.

       Indonesia yang mengalami pandemi Covid 19 selama 2 tahun (2020-2022) mendorong pemerintah untuk meluncurkan program kartu prakerja. Kartu prakerja sendiri membantu para lulusan baru, pekerja yang sedang bekerja dan yang terkena PHK yang berusia di atas 18 tahun  agar dapat meningkatkan kemampuan dengan mengikuti pelatihan yang diadakan. Tentunya program ini sangat berguna bagi angkatan kerja Indonesia terutama kaum muda itu sendiri yang masih perlu banyak belajar,karena dengan pekerja yang mempunyai keterampilan mumpuni akan menaikkan produktifitas serta mempengaruhi daya saing usaha, daya saing usaha yang tinggi menciptakan perusahaan yang kuat dan dapat bersaing di tingkat global dan berpengaruh menaikkan perekonomian Indonesia. Menurut saya inilah tujuan jangka panjang pemerintah dalam menciptakan program kartu prakerja.

      Selain kartu prakerja, para mahasiswa pun diberi beasiswa bidikmisi oleh pemerintah, guna menunjang pendidikan anak-anak yang mempunyai kemampuan akademik yang cerdas tetapi berasal dari keluarga kurang mampu, untuk diberikan bantuan finansial agar menunjang perkuliahan penerima beasiswa. Kartu prakerja dan beasiswa bidikmisi adalah beberapa contoh yang bisa saya sebutkan, bagaimana program-program pemerintah menyisir generasi muda agar mampu berdaya saing global. Namun, sering kali kita dapati ditengah lapangan, program-program tersebut sudah dijalankan tetapi tidak tepat sasaran. Kartu prakerja memang membantu masyarakat untuk meningatkan kualitas diri, tetapi harus kita tahu tidak semua masyarakat mampu untuk membeli smartphone serta kuota internet dan tidak semua daerah ada jaringan internet.

Anak Muda Dalam Balutan Adat
Anak Muda Dalam Balutan Adat Ι Unsplash (Leo Sagala)

       Ada kalanya fakta dilapangan membuktikan bahwa penerima bidikmisi ternyata bukan mahasiswa yang benar-benar butuh dukungan finansial tetapi jatuhnya pada mahasiswa yang mampu secara ekonomi. Saya merasa miris dengan ini, karena demi uang segala cara dihalalkan bahkan dengan mengaku pura-pura miskin sehingga mempersempit kesempatan bagi orang lain yang memang benar-benar kesusahan dan membutuhkan. Generasi muda saat ini memang dilengkapi dengan teknologi sehingga tidak kesulitan dalam mengakses informasi dari dalam maupun luar negeri. Arus informasi yang deras tetapi tidak diikuti dengan kebijakan dalam memanfaatkan fasilitas yang ada dapat menyebabkan kemunduran akhlak, moralitas dan menjadi generasi yang individualistis. Adanya literasi digital untuk meningkatkan kesadaran para pemuda dalam bersosial media agar menggunakan teknologi  untuk menyebarkan kebaikan.