Muda: (Harusnya) Digdaya dan Adiguna

Muda: (Harusnya) Digdaya dan Adiguna

Generasi muda adalah harapan bangsa

#SobatHebatIndonesiaBaik #JadiKontributorJadiInspirator #BerbagiMenginspirasi #SohIBBerkompetisiArtikel

Pada Agustus 2021, Indonesia dibuat kagum oleh berita mengenai kakak beradik yang berhasil meraih lebih dari empat puluh medali pada olimpiade matematika dan sains internasional. Selain karena prestisenya pencapaian mereka, Mischka Aoki dan Devon Kei Enzo ini juga menjadi perbincangan karena mampu meraih prestasi tersebut diusia yang cukup belia. Menanggapi hal ini, beragam komentar dilontarkan warganet. Mulai dari kalimat bernada bangga hingga kalimat bernada canda seperti, “Kasian anak tetangganya,” yang dicuitkan pengguna Twitter bernama @felixadityaaaaa.

Potret Mischka Aoki dan Devon Kei Enzo
Potret Mischka Aoki dan Devon Kei Enzo | detik.com (https://www.detik.com/)

Tak hanya akademik, terdapat pula anak Indonesia yang berhasil menorehkan prestasi internasional di bidang seni. Siapa tak kenal Lyodra Ginting? Jawara ajang pencarian bakat Indonesian Idol musim sepuluh ini ternyata sempat menyabet juara pertama pada Festival Sanremo Junior yang dihelat di Italia pada 2017 silam. Tak hanya itu, karena penampilannya yang menakjubkan, Lyodra juga mendapatkan penghargaan “istimewa” dari komite festival tersebut.

Potret Lyodra GInting saat menjuarai Festival Sanremo Junior | Liputan 6 (https://www.liputan6.com/)

Selain Mischka, Devon, dan Lyodra, tentu masih banyak lagi generasi muda yang telah berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia, seperti Kevin Sandjaya, Peter Jonatan, hingga Maudy Ayunda. Mengetahui torehan prestasi anak bangsa ini tentu memunculkan rasa bangga pada diri kita sebagai warga Indonesia. Melalui keberadaan mereka, Indonesia seolah masih memiliki secercah harapan untuk masa depan yang gemilang, mengingat di tangan merekalah negara ini nantinya akan dikelola dalam satu atau dua dekade mendatang.

Meski begitu, kita tidak dapat serta-merta menutup mata, menganggap semua generasi muda Indonesia mampu untuk mengemban tanggung jawab besar guna mengurus Indonesia. Karena, dibanding kabar tentang anak muda yang prestatif, informasi mengenai berbagai penyimpangan dan tindakan amoral generasi muda justru lebih santer kita terima.

Berbagai berita mengenai gen z dan milenial yang membuat kita geleng-geleng kepala marak dijumpai pada berbagai sosial media. Hal ini utamanya dipengaruhi oleh akses terhadap internet yang begitu mudahnya. Selain itu, adanya ketakutan merasa tertinggal atau FOMO (Fear of Missing Out) di kalangan anak muda juga menjadikan mereka tak bisa lepas barang sedetik pun dari kegiatan berselancar di dunia maya. Sehingga, sangat wajar jika survei yang dilakukan APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) menunjukkan bahwa penetrasi pengguna internet di Indonesia pada kelompok gen z dan milenial mencapai lebih dari 88% selama tahun 2019 s.d. 2020.

Tindak perundungan, kegiatan seks bebas, penyalahgunaan miras dan obat-obatan terlarang, merupakan hal yang biasa berseliweran di lini masa. Ironisnya, mayoritas pelaku tindakan tersebut ialah generasi muda. Bukannya sungkan karena diketahui telah melakukan tindakan tidak terpuji, beberapa dari mereka justru tidak menyesali, bahkan ada yang sampai hati berbangga diri.

Ilustrasi Perundungan yang Dilakukan oleh Remaja Indonesia
Ilustrasi perundungan yang dilakukan oleh remaja Indonesia | Vecteezy (https://www.vecteezy.com/)

Selain penyimpangan yang telah disebutkan, salah satu tren yang juga mengkhawatirkan dan sedang digandrungi oleh kelompok remaja tanggung ialah menghentikan secara paksa truk yang sedang melaju di jalanan, atau dikenal dengan istilah “nge-BM”. Selain mengganggu para pengendara, tindakan ini pun jelas-jelas membahayakan nyawa para pelakunya. Kasus “nge-BM” terakhir yang sempat ramai diperbincangkan oleh warganet yakni terjadi di daerah Kabupaten Tangerang pada 07 Juni 2022 lalu. Kejadian tersebut viral di jagat maya karena menewaskan seorang remaja berusia empat belas tahun yang diduga melakukan kegiatan tersebut hanya “demi konten”. Sungguh memilukan.

Ilustrasi sekelompok remaja tanggung yang sedang melancarkan aksi "nge-BM" | perpustakaandikbud (https://pustaka.kemdikbud.go.id)

Peristiwa nahas tersebut tentu tidak sepatutnya terjadi. Generasi muda sebagai tulang punggung bangsa di masa yang akan datang diharapkan mampu memiliki pola pikir yang rasional dan bijak dalam mengambil setiap keputusan. Karena, tidak terbayang bukan, jika Indonesia nantinya dipimpin oleh sosok yang bahkan tidak mampu menilai baik atau buruknya suatu tindakan?

Memang bukan hal yang mudah, namun bukan pula suatu kemustahilan. Butuh kontribusi banyak pihak untuk mewujudkan generasi muda Indonesia yang cemerlang. Di samping itu, kualitas pendidikan pun sangat perlu diperhatikan. Karenanya, mari “berperan” untuk generasi muda Indonesia yang luar biasa, sekecil dan sesederhana yang kita bisa. Jaya Indonesia!