Etika Melamar Kerja dari WhatsApp, Berikan First Impression Terbaikmu!

Etika Melamar Kerja dari WhatsApp, Berikan First Impression Terbaikmu!

Ilustrasi kantor sedang membuka lowongan kerja | Sumber: Unsplash ( Eric Prouzet)

Dewasa ini, kegiatan melamar kerja sudah lazim dilakukan dari online. Apalagi, berbagai platform penyedia informasi kerja yang terpercaya sudah banyak bertebaran di luar sana. Tak hanya dengan portal pencarian lowker, e-mail sudah lebih dahulu diperkenalkan dan digunakan masyarakat untuk hal ini. Namun, bagaimana dengan media sosial?

Beberapa waktu terakhir, banyak lo, HRD yang memproses perekrutan kerja justru dari salah satu aplikasi komunikasi, yakni WhatsApp. Selain dinilai lebih simpel dan cepat, fitur-fitur yang ada di dalam apps milik Meta tersebut memang sudah terhitung lengkap, misalnya dapat mengunduh foto, dokumen, video, hingga lokasi. Semua komponen ini diperlukan untuk kelancaran proses lamaran kerja, bukan?

Akan tetapi, meskipun via media sosial yang terbilang lebih santai, tata cara dan etika ber-WhatsApp dengan HRD tetap perlu diperhatikan ya, SohIB! Untuk itu, sebelum kamu melangkah lebih jauh, simak dulu tips-tips berikut ini, agar impresi perekrut terhadapmu tetap positif!

Baca juga: Ini 5 Alasan Mengapa Harus Bekerja Di BUMN

1. Informasi yang Valid

Beberapa perusahaan yang masih rintisan biasanya memang akan menyebarkan lowongan kerja via WhatsApp Story atau broadcast orang-orang, harapannya sih, agar segera mendapatkan pegawai baru. Namun, hal ini juga banyak dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan berniat melakukan penipuan. Oleh karenanya, pastikan informasi yang SohIB dapat bukanlah berita bodong.

2. Perhatikan Syarat yang Harus Dipenuhi

Tentu saja, dalam proses melamar kerja di manapun, kamu harus benar-benar memahami apa saja requirements yang perusahaan minta. Biasanya ada fotokopi identitas diri, pas foto, melampirkan CV dan portofolio, formulir pendaftaran (bila ada), dan lainnya. Mudahkan perekrut dalam membaca dokumen yang kamu kirim dengan format PDF agar tidak rusak susunan tulisannya.

3. Sapa HRD dengan Sopan

Setelah persiapanmu sudah lengkap, sapalah HRD perusahaan dengan sopan dan jelas. Perkenalkan diri terlebih dahulu dan sebutkan apa tujuan SohIB mengirimkan pesan kepada mereka. Dengan begitu, tujuanmu tidak salah alamat. Kamu bisa mengikuti kalimat di bawah ini,

“Selamat pagi, Bapak/Ibu HRD PT. Sohib Sejahtera.

 

Perkenalkan, nama saya Ibe Khatulistiwa, saya merupakan lulusan dari… jurusan…

Saya mendapatkan informasi di … pada… tentang perusahaan Bapak/Ibu yang sedang membutuhkan karyawan di posisi… Untuk itu, saya memohon izin untuk melampirkan dokumen sebagai syarat yang harus dipenuhi, sesuai dengan yang tertera pada informasi tersebut.”

Pastikan bahasa yang SohIB gunakan sudah sesuai standar baku ejaan dan tidak ada typo, ya! Hindari menggunakan bahasa gaul dan emot-emot yang kurang perlu.

4. Perhatikan Waktu

Jangan sampai kita mengirimkan berkas lamaran kerja di tengah malam | Sumber: Unsplash (Luke Chesser)

WhatsApp memiliki sifat yang lebih personal daripada e-mail, karena itu perhatikan jam pengiriman dokumenmu kepada mereka. Waktu yang paling direkomendasikan untuk ini adalah sesuai dengan jam kerja, yakni Senin-Jumat di pagi hingga menjelang sore hari. Dengan demikian, kamu terlihat sebagai orang yang menghargai waktu dan empati.

5. Ucapkan Terima Kasih

Berikan kalimat penutup berupa harapanmu pada proses lamaran kerja tersebut dan ucapkan terima kasih. Hal ini dapat menunjukkan bahwa SohIB memiliki attitude yang baik dan sikap positif terhadap orang lain.

Baca juga: Mitos dan Fakta Seputar Wawancara Kerja, Apa Saja?

6. Menjadi Pelamar yang Aktif

Aktif di sini tidak berarti sering bertanya ya, guys, melainkan berusaha secepat mungkin membalas jawaban HRD. Bisa saja, berkas yang kamu kirimkan kurang dan perusahaan menghendaki kelengkapan atau pengiriman ulang.

Terkadang, ada yang kurang menyukai calon pelamar yang merespon chat terlalu lama. Di sisi lain, beberapa perekrut mungkin memiliki gayanya masing-masing saat membalas, misalnya ramah, singkat bicara, atau terkesan kurang friendly. Namun, sekali lagi, balaslah mereka dengan penuh kesopanan dan jangan tampakkan emosi negatif dalam percakapan. Penilaian seseorang ‘hanya’ dari cara membalas chat bisa jadi lebih kejam, lo!

7. Mager, Forward-in Chat!

Ilustrasi seseorang sedang membuka chat di WhatsApp | Unsplash (Christian Wiediger)

Saking malasnya dan agar lebih cepat, kita hanya meneruskan pesan yang sudah kita kirim ke orang untuk penerima yang lain. Hayo, siapa yang melakukan ini? Waduh, bisa berabe, nih! WhatsApp memiliki tanda khusus apabila chat yang kamu kirim ‘hanya’ di-forward ke orang lain, yakni adanya keterangan panah di bagian kotak pesan. Semakin banyak chat-mu itu sudah diteruskan, makin banyak juga tanda panah yang tertera.

Ingat, tidak ada perusahaan yang mau terlihat diduakan, meski sesepele masalah forward chat. Bila kamu melakukan ini, sama saja SohIB membuka rahasia secara tidak langsung yang mengatakan, “Saya juga telah mengirimkan dokumen ke orang atau perusahaan lainnya.”

8. Jangan Spam!

Guys, dalam pencarian pekerjaan impian, tentunya akan selalu ada ujian yang perlu kamu lewati. Salah satunya apabila HRD tidak membalas chat-mu, meskipun sudah dibaca atau dalam keadaan online. Jangan lakukan spam dengan mengirim pesan berkali-kali. Bersabar menunggu jauh lebih baik.

Namun, apabila dalam waktu tiga hari juga tidak kunjung direspon, kamu bisa menanyakan apakah dokumen yang terkirim sudah benar. Tentunya dengan bahasa yang santun, ya!

9. Perhatikan Foto Profile-mu!

Sering dilupakan, padahal penting, lo! Jika SohIB dalam proses rekrutmen melalui WhatsApp, sangat dianjurkan untuk mengganti pp kita dengan foto yang sopan dan tidak alay. Gunakan juga username yang biasa saja, seperti nama lengkap atau panggilan. Btw, lebih baik lagi jika SohIB memiliki dua WhatsApp yang berbeda, yakni khusus untuk pribadi dan profesional.

Baca juga: Lingkungan Kerja Kamu Toxic? Check 5 Tanda Ini!

Jangan lupa untuk terus ikuti artikel-artikel seru lainnya hanya di sohib.indonesiabaik.id, ya! Banyak lo, informasi menarik nan lengkap yang harus banget kamu baca. Nggak hanya itu aja! Jika kamu memiliki passion di bidang kepenulisan dan ingin senantiasa berkembang, join jadi kontributor SohIB dan dapatkan banyak benefit-nya!

Oiya, SohIB.id juga punya komunitas keren yang selalu aktif memberikan berbagai pelatihan, webinar, diskusi, dan bagi-bagi merchandise cantik, lo! Skuy, langsung gabung aja di sini! So, sampai berjumpa lagi dan salam Sobat Baik Indonesia Hebat! (AJ)