Dukungan Pemerintah Menciptakan Generasi Muda, Sebagai Investasi Masa Depan dalam Perkembangan IPTEK Yang Kreatif dan Inovatif

Dukungan Pemerintah Menciptakan Generasi Muda, Sebagai Investasi Masa Depan dalam Perkembangan IPTEK Yang Kreatif dan Inovatif

Prof. Bambang PS Brodjonegoro Menriset

#SobatHebatIndonesiaBaik #JadiKontributorJadiInspirator #BerbagiMenginspirasi #SohIBBerkompetisiArtikel

Sumber: Prof. Bambang PS Brodjonegoro, SE, MUP, PhD @Tempo.com

#SobatHebatIndonesiaBaik #JadiKontributorJadiInspirator #BerbagiMenginspirasi #SohIBBerkompetisiArtikel

SOHIB- Dewasa ini, perkembangan IPTEK sangat berkempang pesat. Adanya kemudahan dan pola masyarakat yang menyukai perilaku yang efisien mendorong pemerintah dan pihak Swasta untuk mengembangkan dan menciptakan penemuan-penemuan baru.

Seiring berjalananya Era Globalisasi, IPTEK sangatlah penting dan bahkan menjadi kebutuhan pokok untuk sekarang ini. IPTEK mempengaruhi segala aktivias di semua sector pekerjaan. Mulai dari, sektor keuangan, agrobisnis, peternakan, pemasaran hingga kegiatan berdagang.

Dikutip dari www.jurnalponsel.com/pengertian-iptek/ terdapat 5 manfaat IPTEK bagi vitalitas di berbagai sektor kehidupan, yaitu:

  1. Mempermudah mendapatkan segala informasi atau kebutuhan kita. Sebut saja, platform E-Commerce seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dsb memudahkan dalam mendapatkan barang-barang yang kita inginkan dan butuhkan dalam situasi Urgensi sekalipun. Budget untuk kegiatan konsumsi pun bisa disesuaikan dengan kapabilitas setiap individual.

 

  1. Membantu dan meringankan segala jenis permasalahan manusia. Melalui IPTEK, segala kebutuhan pokok, sekunder, tersier dapat terpenuhi semuanya, terutama di sektor teknologi.

 

  1. Membuat waktu dan tenaga menjadi lebih efisien. Adanya IPTEK, aktivitas sehari-hari dapat diselesaikan dan dikerjakan dalam waktu yang singkat. Sebagai contoh, apabila kita ingin pergi ke kota lain atau negara lain, IPTEK memudahkan manusia dalam mengakses dan memesan tiket, hotel, paket wisata di  biro perjalanan secara online, seperti: tiket.com, Traveloka, dll. Dibandingkan dengan zaman primitive, dimana Ketika hendak berkelana harus menggunakan kendaraan tradisional berbulan-bulan lamanya.

 

  1. Kegiatan Bisnis berjalan dengan optimal. Melalui perkembangan IPTEK, segala bisnis bisa dilakukan dengan hanya duduk di rumah saja. Hanya memerlukan koneksi internet dan perangkat yang mendukung.

 

  1. Komunikasi tersambung dan berjalan dengan lebih praktis.

Zaman Primtiif, komunikasi 2 arah dilakukan dengan mengirim surat    melalui burung merpati, teman kita atau harus berpergian jauh kemana-mana. Adanya IPTEK, melakukan komunikasi cukup dengan Smartphone dan email sebagai profesionalitas.

 

Perkembangan IPTEK yang Kreatif dan Inovatif saat ini mendapatkan perhatian yang intens dari Pemerintah. Pemerintah membekali Ilmu Pengetahuan untuk menghadirkan start-up business yang dapat menjadi salah satu tolok ukur untuk meningkatkan devisa Negara.

Menurut Menteri Riset dan Teknologi(Menristek) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, kreatifitas dan Inovatif harus bersinergi bersama dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi itu sendiri. Tanpa adanya sinergi yang mengiringinya bersama, tidak akan terciptanya kualitas SDM yang kredible dan sustainable.

Menciptakan daya saing yang tinggi dan cakap adalah harapan pemerintah, karena itu pada tahun 2014, Pemerintah telah memberikan ruang kehidupan bagi pengusaha-pengusaha muda yang akan bergelut dengan menciptakan daya yang inovatif dan kreatif melalui perkembangan Teknologi. Adanya Program PPBT(Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi) merebranding menjadi Startup Inovasi Indonesia.

Benih-benih cinta akan IPTEK muncul di dalam hati saya

Pada kesempatan kali ini, saya akan mencurahkan sepenggal isi hati saya kepada Pemerintah dan kepada pembaca artikel saya, khususnya kepada komunitas SohiB Indonesia yang mewadahi dan memfasilitas saya untuk bisa menuangkan gagasan dan aspirasi saya kepada Pemerintah.

Sebelumnya, saya adalah orang yang Gagap Teknologi(Gaptek). Saya adalah anak muda, berusia 28 Tahun yang sangat membenci dengan Teknologi. Rasa benci itu muncul, karena saya selalu menemukan berbagai kendala Ketika saya terjun dan bersentuhan dengan Teknologi.

Sumber: Bekerja di restaurant, Instagram @rasteria24

 

Setelah saya menamatkan Pendidikan saya di Universitas Ciputra Surabaya pada tahun 2018 silam. Saya memulai pekerjaan di bidang Restoran. Kala itu, saya berpikir bekerja di Restoran hanya mengantarkan makanan dan minuman saja layaknya Pramusaji. Fakta berkata lain, ternyata realita mewajibkan saya untuk menguasai dan mempelajari sistem Kasir dan kegiatan administrasi di Restoran.

Di waktu tersebut, saya kesusahan mempelajari dunia Teknologi tapi kemudian benih-benih cinta mulai muncul di hati saya. Saya merasakan tingkat efisiensi yang tinggi Ketika menggunakan Teknologi. Pekerjaan menjadi ringan dan bahkan selesai sebelum waktunya. Di waktu itu pula, saya memaksakan diri untuk hidup berdampingan dengan Teknologi.

Pemerintah dan Kasih sayang Pemerintah tercurahkan untuk Generasi Muda

Di sini, saya ingin mengucapkan Terima Kasih kepada Pemerintah. Terlebih kepada Menteri Riset dan Teknologi, Bapak Bambang Permadi dan KOMINFO. Setelah beberapa tahun menjelang, saya mengenal salah satu program Pendidikan berbasis Online Bernama: “Digital Talent”.

Digital talent mewadahi masyarakat umum, terutama Generasi Z seperti saya ini untuk mempelajari tentang dunia Digital Marketing. Kegiatan belajarnya pun mudah dan praktis, karena dilakukan secara Online.

Digitalent merupakan salah satu Lembaga Pendidikan yang diwadahi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI(KOMINFO). Melalui KOMINFO, saya menjadi melek dan haus akan Teknologi. Tentunya, setelah mengikuti beberapa pelatihan yang diselenggarakan oleh KOMINFO, saya  menyukai pekerjaan yang praktis.

Digitalent KOMINFO menyediakan pelatihan gratis kepada masyarakat umum. Adapaun sertifikasi yang bisa didapatkan dari DIgitalent KOMINFO, seperti: Alibaba Cloud dan Google Cloud, tentu hal ini sangat mudah didapatkan.

Perananan Pemerintah dalam mengbranding pelatihan gratis berbasis Online, sangat berdampak kepada saya. Bagaimana tidak, gara-gara Pemerintah saya menjadi cinta dunia Teknologi. Saya jadi mengetahui tentang seluk beluk dunia Digital Marketing, yang mana menjadi Profesi saya saat ini.

Adapun beberapa program belajar insentif mandiri yang diselenggarakan oleh Digitalent KOMINFO. Beberapa diantaranya adalah: UI UX Designer, Web Developer, Digital Marketing, Mobile Programmer dan masih banyak bidang lainnya yang akan membuat diri kita menjadi seorang talent yang berkualitas.

Adanya salah satu Program Pemerintah ini, saya sekarang bekerja sebagai Content Writer di sebuah Perusahaan Media yang berlokasi di Indonesia. Content Writer masuk ke dalam Sub Materi Digital Marketing.

Sumber: Instagram @Ayomalang.official/ Tempat bekerja sekarang

 

Adanya kemajuan IPTEK yang sudah sangat melangkah jauh, mengubah nasib kehidupan saya, yang semula bekerja melayani tamu yang hendak mengisi perut dan hati, kini saya dapat bekerja mencurahkan tulisan hitam di atas kertas putih yang setia menemani saya ini.

Menjadi Content Writer dengan sebelumnya mengikuti kelas Pelatihan Digital Marketing yang diselenggarakan DIgitalent KOMINFO, membuat saya antusias menjadi Pengusaha Jasa Digital Marketing beberapa bulan lagi. Tentunya, antusias tidak hanya berhenti di titik itu saja, melainkan antusias ini berbuah manis mengikuti lomba-lomba yang dihadirkan oleh SOHIB.

Pengalaman kehidupan saya melalui SOHIB, semoga bisa diikuti oleh anak muda dalam dunia media Online dan Digital Marketing. Tidak hanya berkompeten dalam akademis saja tetapi menjadi Sobat Hebat Indonesia Baik dengan attitude yang sopan, manis dan saling menginspirasi sesama.

Diharapkan adanya Perhatian Pemerintah akan IPTEK, banyak menciptakan Perusahaan Start-up IPTEK nanti atau berbasis Digitalisasi. Sebut saja, Bank Jago yang memudahkan kita menyimpan uang dengan aman dan investasi. Digitalent sebagai sarana Pendidikan Online yang menjembatani terlahirnya pengusaha muda berbakat di Indonesia di berbagai bidang IT.(*)

Sumber: Instagram @digitalent.kominfo/ Pelatihan Digitalisasi Pemerintah