Bersama Bersinergi Melewati Pandemi

Bersama Bersinergi Melewati Pandemi

Himbauan menaati protokol kesehatan demi mencegah penyebaran virus Covid-19

#SobatHebatIndonesiaBaik

#JadiKontributorJadiInspirator

#BerbagiMenginspirasi

 #SohIBBerkompetisiArtikel

 

Akhir tahun 2019 merupakan awal mula munculnya pandemi virus covid-19. Menurut Prudential, pandemi merupakan epidemi yang telah menyebar ke berbagai benua dan negara, umumnya menyerang banyak orang. Pandemi dan endemi sama-sama merupakan istilah yang mendefinisikan penyakit menular, namun tentu ada perbedaannya. Alodokter menjelaskan bahwa endemi merupakan penyakit yang muncul di suatu daerah, wilayah, atau negara tertentu. Sementara pandemi adalah wabah penyakit yang telah menyebar di beberapa negara atau benua. Di sini dapat kita simpulkan bahwa perbedaannya terletak pada lokasi penyebarannya, di mana pandemi memiliki wilayah penyebaran yang lebih luas dibandingkan endemi.

Protokol Kesehatan
Panduan Protokol Kesehatan | Direct Picture

DetikHealth menjelaskan bahwa virus yang diidentifikasi berasal dari Wuhan, Cina ini pertama kali muncul sekitar bulan Desember tahun 2019 lalu dan pertama kali mencapai Jakarta, Indonesia pada awal Maret 2020 lalu. Dikutip dari CNNIndonesia, WHO mendeklarasikan darurat kesehatan dunia pada akhir Januari 2020. Virus Covid-19 ini menular dengan sangat cepat ke berbagai belahan dunia, yang akhirnya mendorong adanya pembatasan interaksi langsung antar masyarakat.

Masyarakat yang takut akan terpapar virus ini pun terpaksa harus menghabiskan lebih banyak waktu di rumah demi meminimalisir kemungkinan terjangkit virus Covid-19. Pembatasan ini sendiri berdampak pada banyak hal, misalnya sektor ekonomi dan pendidikan. Sektor ekonomi yang dirasa paling banyak merasakan dampak dari pandemi ini.

Roda perekonomian pun berubah lesu, mulai dari kalangan masyarakat kecil, menengah, hingga sektor ekonomi besar. Begitu banyak usaha-usaha kecil dan menengah yang terpaksa harus gulung tikar dalam waktu singkat dikarenakan penurunan daya beli masyarakat yang drastis. Liputan6 menyatakan bahwa sebanyak 77,95 persen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia terdampak pandemi Covid-19 di 2021. Hal tersebut terungkap dalam survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI). 

Tidak sedikit pula perusahaan besar yang harus melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) demi memangkas pengeluaran perusahaan dikarenakan pendapatan yang terus melonjak turun. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kemnaker dan bekerja sama dengan INDEF, terdapat 17,8 persen perusahaan yang memberlakukan pemutusan hubungan kerja, 25,6 persen perusahaan yang merumahkan pekerjanya dan 10 persen yang melakukan keduanya.

Pendapatan pemerintah di sektor pariwisata pun juga ikut mengalami penurunan yang signifikan. Menurut Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) total jumlah wisatawan macanegara yang masuk ke Indonesia hanya sekitar 4,052 juta orang, di mana jumlah tersebut hanya 25% dari jumlah wisatawan yang masuk ke Indonesia pada tahun 2019. Penurunan wisatawan mancanegara ini juga berdampak langsung pada okupansi hotel-hotel di Indonesia. Kemenparekraf juga menjelaskan bahwa pada bulan Januari-Februari, okupansi masih di angka 49,17% dan 49,22%., namun pada bulan Maret terjadi penurunan dan okpunasinya hanya 32,24%, hal tersebut makin memburuk saat memasuki bulan April, yaitu menjadi sebesar 12,67% saja.

Suasana MAJT saat Pandemi yang terlihat sepi
MAJT saat Pandemi | Direct Picture

Pendidikanpun diharuskan untuk beradaptasi dengan pembatasan sosial yang terjadi diakibatkan oleh pandemi Covid-19 ini. Kegiatan pembelajaran langsung digantikan dengan system pembelajaran daring yang dilakukan dari rumah.

Untuk bertahan dari badai pandemi ini, tentu diperlukan adanya gotong royong yang sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan upaya pemerintah memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM, diharapkan dapat menekan angka penyebaran covid-19.

Pemerintah juga menyediakan vaksin gratis untuk seluruh masyarakat Indonesia sebagai langkah memerangi virus ini. Juru bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito di Media Center COVID-19 dalam wawancaranya dengan hot.liputan6 mengatakan bahwa jika kita mencapai kekebalan kelompok secara nasional, maka sudah menyumbang cukup besar dalam upaya intensifikasi vaksinasi COVID-19 global yang tujuannya, adalah demi mengeliminasi COVID-19.

Dunia pendidikan pun ikut bangkit dan perlahan mulai melakukan pembelajaran langsung. Dimulai dengan masa percobaan 50-50. Maksudnya adalah dengan menghadirkan 50% atau setengah dari total siswa untuk melakukan pembelajaran tatap muka secara langsung pada pagi sampai siang, kemudian dilanjut siang sampai sore untuk sisa siswa yang setengahnya.

Sektor pariwisata juga mulai merintis kembali dan membenahi sistem kunjungan wisata agar tetap menjaga protokol kesehatan dan meminimalkan kemungkinan terjadinya penyebaran virus. Misalnya dengan menambah fasilitas sanitasi dan menambahkan penggunaan masker serta jaga jarak sebagai kewajiban ketika sedang berkunjung ke objek wisata.

Tes PCR saat Pandemi
Tes PCR | Direct Picture

Seperti dikutip dari Kemenkeu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu dalam acara Tanya BKF menjelaskan bahwa seiring dengan terkendalinya virus covid-19 yang dapat dilihat dengan menurunnya kasus harian covid-19, kondisi perekonomian Indonesia terkini sudah semakin membaik. Kepala BKF tersebut juga menambahkan bahwa kita bisa mengelola ini dengan sangat baik dengan segala kerja keras yang sudah kita lakukan bersama-sama masyarakat dan juga pemerintah.

Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, menjalankan vaksinasi sesuai anjuran pemerintah, diharapkan dapat menekan laju pertumbuhan virus covid-19 ini. Menghentikan penyebaran virus ini dinilai penting agar aktivitas perkenonomian membaik dan kembali normal.