Aturan Tak Tertulis di Media Sosial, Patuhi Demi Kenyamanan Bersama

Aturan Tak Tertulis di Media Sosial, Patuhi Demi Kenyamanan Bersama

Jangan membuat kegaduhan dengan sengaja di internet | Sumber: Unsplash (Rosie Kerr)

Baru-baru ini, masyarakat Instagram sedang dihebohkan dengan statement seorang influencer, Gita Savitri, perihal awet muda karena pilihannya tidak mempunyai anak atau childfree. Sontak, kalimat tersebut membuat hawa panas terasa, terutama di kalangan para wanita yang sudah memiliki buah hati. Public figure yang lebih akrab disapa dengan Gitasav ini dianggap terlalu frontal dalam mengungkapkan opininya dan saling serang dengan netizen.

Nah, SohIB, sebetulnya setiap dari kita punya hak untuk berbicara. Apalagi, kita hidup di era freedom of speech, di mana semua orang bebas berpendapat di ruang publik. Namun, apakah benar jika semua hal bisa kita share dan diutarakan, terutama di media sosial dengan banyak pengguna di dalamnya? Terlebih lagi, UU ITE yang mengatur tentang pelanggaran seperti ujaran kebencian di media elektronik juga sudah ada. Bila kamu salah langkah, bisa menempuh jalur hukum, lo!

Di artikel ini, kita akan bersama-sama membahas tentang beberapa aturan tak tertulis ketika sedang bermain medsos. Meskipun bukan etika wajib, tetapi sangat direkomendasikan untuk dipatuhi demi kenyamanan bersama ketika ada di ruang publik. 

Baca juga: SohIB Berkelas: Mengoptimalkan Penggunaan Media Sosial dan Algoritmanya

Jangan Sebarkan Informasi Pribadi

informasi pribadi
Jangan asal posting di media sosial! | Sumber: Unsplash (Kyle Glenn)

Kejahatan siber sudah semakin mengerikan dan canggih. Di tahun 2022 lalu contohnya, seseorang bisa dengan mudah mendapatkan informasi pribadi kita ‘hanya’ karena melihat dari foto-foto dan story IG yang kita buat sendiri, salah satunya lewat tren pamer foto KTP.

Para pelaku cyber crime ini akan memanfaatkan data-data yang pemilik akun sebarkan, seperti Nomor Identitas Kependudukan, nama lengkap, tempat tanggal lahir, alamat, dan lainnya. Nantinya, dengan beberapa trik, mereka akan segera menemukan informasi tambahan lainnya yang berkaitan dengan orang tersebut, misalnya nama kampus dan tempat bekerja.

Jika tidak beruntung, data pribadi kita bisa diperjual-belikan kepada orang yang tidak bertanggung jawab, lo! Oleh sebab itulah, sekarang ini banyak kasus orang terganggu dengan pinjol gelap yang suka meneror (padahal kita tidak pernah meminjam) atau SMS spamming. Ada yang begini juga?

Hindari Postingan yang Berpotensi Menimbulkan Kericuhan

Belajar dari kasus Gitasav atau yang sudah ada, sekali lagi, kita sebagai pengguna media sosial berhak mengutarakan pendapat. Namun, akan lebih aman ketika opini-opini yang berpotensi memicu pertengkaran sebaiknya disimpan dalam hati saja.

SohIB memang tidak akan pernah bisa mengontrol pikiran dan sudut pandang seseorang. Akan tetapi, kita bisa lo, mengatur diri kita dan konten seperti apa yang akan dibagikan. Lebih baik, kamu memilih postingan yang bisa menularkan positive vibes, menambah wawasan, dan saling mendukung satu sama lain.

Bijak bermedia sosial banyak definisinya, sih. Hanya saja, selama tidak menimbulkan masalah dan permusuhan, kamu sudah bisa dikatakan sebagai netizen yang baik, kok. Toh, kamu tidak akan rugi sama sekali, bukan? Malah, bisa mendapatkan teman yang lebih banyak lagi.

Jangan Membagikan Informasi Orang Lain Tanpa Izin

jangan bagikan informasi orang lain
Informasi orang lain sama berharganya dengan informasimu | Sumber: Unsplash (Lindy Baker)

Menyebarkan informasi diri sendiri saja nggak boleh sembarangan, apalagi membagikan data milik orang lain tanpa izin! Waduh, jangan dilakukan, ya! Selain sama saja kamu tidak menghargai privasi mereka, memangnya kamu sendiri mau diperlakukan demikian?

Terlebih lagi, SohIB nggak tahu apakah informasi yang kamu berikan benar-benar digunakan dengan semestinya kepada orang yang diberi. Niat awalnya mungkin mau berkenalan, tetapi bisa saja ia tidak amanah dan malah memanfaatkannya untuk hal yang buruk. Kasihan kan, teman yang SohIB bagikan datanya?

Baca juga: Social Media Detox, Ini Sederet Manfaatnya!

Big No untuk Curhat Berlebihan

Mengungkapkan isi hati kepada orang yang dipercaya boleh banget. Sebab, bisa membantu kita agar lebih terbuka, timbulnya kelegaan hati, dan mungkin saja mendapatkan solusi dari sana. Namun, apa jadinya bila kita terlalu koar-koar di medsos kita?

Ingat, di sana banyak orang yang kemungkinan juga akan membaca curahan hati  kita, bahkan ikut mengomentari. Komentar yang dilayangkan belum tentu semua sesuai dengan yang kamu harapkan. Beberapa orang bisa jadi membalas tulisanmu dengan nada yang kurang mengenakan. Bila sudah begitu, sanggupkah kamu tetap bersikap tenang dan tidak terpengaruh dengan hujatan mereka?

Menghina vs Mengkritik

Menghina di manapun itu bukanlah perbuatan yang terpuji. Sayangnya, penggunaan platform social media seperti Instagram atau Twitter sering digunakan orang untuk mencari masalah, menghina orang lain di ruang terbuka. Malahan, ada yang effort banget membuat akun palsu untuk menjelek-jelekkan artis yang dibencinya tanpa harus terlacak.

Bila memang kamu berniat ingin memberikan saran yang membangun, gunakan saja fitur Direct Message, sehingga yang bisa membaca hanyalah kamu dan sang pengguna akun. Namun, harap diingat, mengkritik pun harus tahu adabnya. Gunakan bahasa yang santun dan tidak memaksakan pendapat. Satu lagi, hindari melakukan body shaming dalam bentuk apa saja, misalnya mengomentari fisik atau perkembangan buah hati.

Ngomongin Orang di Medsos

“Eh, tahu nggak? Was..wes..woss..”

Hmm.. siapa yang masih suka menggunjing orang? Sudah begitu, di platform terbuka pula. Padahal, membicarakan satu orang di media sosial itu ibarat kita menawarkan permen, lo! Yang ditawari hanya satu, tetapi yang mau bisa lebih banyak lagi. Senada dengan kasus tersebut, mungkin kamu hanya ingin menyindir seseorang, tapi yang merasa jumlahnya bisa tak terduga.

Yuk, mulai dari sekarang, jangan lagi menggunakan Instagram, TikTok, Facebook, Twitter, atau apapun media sosialmu untuk menimbulkan huru-hara publik. Lebih baik, pakai platform kita yang diisi dengan kegiatan positif dan sebagai portofolio pribadi! Setuju?

Baca juga: 8 Hal yang Jangan Dibagi di Media Sosial, Stop Lakukan!

Jangan lupa untuk terus ikuti artikel-artikel seru lainnya hanya di sohib.indonesiabaik.id, ya! Banyak lo, informasi menarik nan lengkap yang harus banget kamu baca.

Nggak hanya itu aja! Jika kamu memiliki passion di bidang kepenulisan dan ingin senantiasa berkembang, join jadi kontributor SohIB dan dapatkan banyak benefit-nya!

Oiya, SohIB.id juga punya komunitas keren yang selalu aktif memberikan berbagai pelatihan, webinar, diskusi, dan bagi-bagi merchandise cantik, lo! Semuanya gratis! Skuy, langsung gabung aja di siniSalam Sobat Hebat Indonesia Baik! (AJ)