5 Alasan Mengapa Kamu Harus Beralih ke Kompor Induksi, Hemat dan Aman

5 Alasan Mengapa Kamu Harus Beralih ke Kompor Induksi, Hemat dan Aman

Alasan beralih ke kompor induksi | Sumber: Pexels (cottonbro)

#SobatHebatIndonesiaBaik #JadiKontributorJadiInspirator #BerbagiMenginspirasi

Kompor induksi berbeda dengan kompor gas yang selama ini masyarakat pakai. Bukan menggunakan api, kompor ini memanfaatkan gelombang elektromagnetik. Penggunaan gelombang tersebut mampu memanaskan wajan atau panci secara langsung sehingga proses memasak menjadi lebih cepat.

Bukan hanya itu kelebihannya, perapian yang satu ini juga aman dan hemat, lo! Masih nggak percaya? Mending simak lima alasan mengapa SohIB harus beralih ke kompor induksi berikut ini!

1. Kompor Induksi Aman Digunakan

alasan beralih ke kompor induksi
Nggak perlu khawatir masak bareng anak kalau pakai kompor ini | Pexels (cottonbro)

Alasan pertama adalah karena keamanannya. Dari penjelasan sebelumnya, SohIB sudah tahu kalau perapian yang satu ini tidak menggunakan api, melainkan induksi elektromagnetik.

Karena tidak ada gas maupun api, kemungkinan terjadinya sambaran api dan kebocoran gas juga tidak ada. Dalam hal ini, SohIB tak perlu mengkhawatirkan bakal terjadi kebakaran ataupun kompor meledak.

Tidak sampai situ saja, perapian yang satu ini juga tidak panas ketika dihidupkan. Hal ini karena panas tersalurkan sepenuhnya ke wajan/panci. Alhasil, tanganmu tidak akan mengalami luka bakar saat menyentuh permukaan kompor.

2. Masak Jadi Lebih Cepat

alasan beralih ke kompor induksi
Makanan jadi lebih cepat matang dengan perapian ini | Freepik (valeria_aksakova)

Selain aman, proses memasak juga jauh lebih cepat. Ini karena gelombang elektromagnetik yang dihasilkan mampu secara langsung memanaskan peralatan masak.

Secara spesifik, aktivitas elektromagnetik tersebut dapat menstimulasi atom dalam peralatan masak sehingga wajan/panci menjadi panas dengan sendirinya. Ini berbeda dengan kompor gas biasa yang memerlukan zat perantara—seperti api ataupun pembakar listrik—untuk sekadar memindahkan panas ke alat masak.

Nah, karena panci dapat cepat panas, waktu yang diperlukan untuk memasak makanan pun menjadi semakin singkat, yakni kurang lebih 25–50 persen lebih cepat. Selain itu, SohIB juga dapat mengatur panasnya dengan mudah. Mantul, kan?

3. Kompor Induksi Ternyata Lebih Hemat, lo!

hemat biaya
Kompor induksi nggak bikin kantong jebol, kok! | Unsplash (Alexander Grey)

Siapa bilang kompor induksi lebih boros dan mahal? Malahan sebaliknya, lo! Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan PT PLN (Persero), kompor yang satu ini dapat membantu penghematan biaya memasak sekitar Rp29.000 per bulan. Lebih jelasnya seperti ini.

Jika SohIB memasak 1 liter air dengan kompor induksi 1.200 watt, biaya yang dikeluarkan hanya sebesar Rp158. Di sisi lain, apabila menggunakan gas LPG 12 kg, biayanya sedikit lebih besar, yaitu Rp176. Jauh lebih murah, kan?

4. Gampang Dibersihkan

kompor induksi
Dengan sekali lap, kompor sudah langsung bersih | Flickr (Juhan Sonin)

Noda membandel bukan hanya di baju saja, tapi juga di kompor. Butuh sabun khusus dan waktu yang lama untuk sekadar menghilangkan cipratan saus ataupun minyak yang telah mengering. Namun, tidak untuk kompor induksi.

Karena sistem elektromagnetiknya yang memungkinkan permukaan kompor tidak panas, ini membuat cipratan masakan tidak mengering. Alhasil, SohIB hanya perlu mengelapnya tanpa harus menggosok-gosok dengan sekuat tenaga.

Bukan hanya itu, perapian yang satu ini tidak memiliki pan support ataupun celah tersembunyi; hanya berupa permukaan kaca yang datar. Kondisi ini tentu memungkinkanmu untuk membersihkannya dengan sekali lap tanpa perlu membongkar-bongkar bagian kompor.

5. Efisien Energi dan Ramah Lingkungan

bumi
Kompor induksi juga ramah lingkungan | Freepik (rawpixel.com)

Buat SohIB yang peduli dengan lingkungan, sudah saatnya bagimu untuk beralih ke kompor induksi. Soalnya, perapian ini nggak boros energi dan ramah lingkungan, lo!

Dari bagian sebelumnya, SohIB sudah tahu kalau kompor induksi mampu memanaskan alat masak secara langsung tanpa melalui perantara. Ini berarti, energi panas yang timbul digunakan secara efisien.

Nah, ketika penggunaan energi efisien, maka tidak ada yang namanya pemborosan energi sehingga biaya listrik pun tetap sedikit. Di sisi lain, beralih ke kompor induksi juga mampu membantu negara menghemat APBN sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG.

Selain hemat, kompor induksi juga ramah lingkungan karena tidak menghasilkan asap pembakaran. Ini sejalan dengan misi pemerintah untuk menetralisasi produksi gas karbon demi terciptanya Net Zero Emission 2060. Lebih jauh lagi, penggunaan energi yang nggak boros berarti minim menggunakan bahan bakar fosil.

Melihat lima keuntungan di atas, sudah waktunya bagimu untuk beralih ke kompor induksi. Di samping itu, dengan melakukan langkah tersebut, SohIB juga telah ikut menyukseskan upaya pemerintah dalam promosi penggunaan energi bersih lagi terbarukan. Semoga informasi tadi bermanfaat, ya!