6 Tanda Disabilitas Intelektual Yang Harus Kamu Ketahui Pada Anak

6 Tanda Disabilitas Intelektual Yang Harus Kamu Ketahui Pada Anak

6 Tanda Disabilitas Intelektual Yang Harus Kamu Ketahui Pada Anak

Penyandang Disabilitas merujuk kepada seseorang yang mengalami gangguan atau keterbatasan jangka panjang dalam hal pertumbuhan, perkembangan, mental, maupun sensorik. Salah satu gangguan yang muncul pada masa perkembangan yakni disabilitas intelektual.

Menurut International Stastistical Classification of Diseases and Related Health Problem (ICD-10), disabilitas intelektual merupakan suatu kondisi perkembangan mental yang terhenti atau tidak lengkap. Disabilitas Intelektual ditandai oleh adanya keterbatasan keterampilan selama masa perkembangan, sehingga berpengaruh pada semua tingkat inteligensia yaitu kemampuan kognitif, bahasa, motorik dan sosial.

Anak-anak yang mengalami disabilitas intelektual cenderung mengalami resiko kesulitan dalam perkembangan sosial dan emosional. Kondisi umum yang paling terlihat pada anak disabilitas intelektual adalah perkembangan intelektualnya yang tidak sama dengan perkembangan teman seusia mereka. 

Lalu bagaimana kita dapat mengetahui bahwa seorang anak mengalami disabilitas intelektual? Yuk simak tanda dan gejalanya dibawah ini!

Mengalami Hambatan Perkembangan

Anak yang mengalami disabilitas intelektual cenderung mengalami hambatan atau keterlambatan dalam mencapai development milestones (tahap perkembangan) seperti keterampilan motorik halus dan kasar. 

Keterlambatan perkembangan motorik halus pada anak disabilitas intelektual ini seperti menggerakkan jari untuk menulis, menggambar, atau menggunakan alat-alat kecil. Sedangkan dari perkembangan motorik kasar, anak dengan disabilitas intelektual mengalami kesulitan dalam berjalan, berlari, atau melakukan kegiatan fisik lainnya.

Keterampilan Sosial Yang Terbatas

Keterampilan sosial pada anak disabilitas intelekrual cenderung terbatas. Keterbatasan keterampilan sosial tersebut meliputi beragam aspek yang dapat mempengaruhi kemampuan anak dalam berinteraksi, berkomunikasi, serta membangun hubungan dengan orang lain.

Kemudian gejala lain dalam keterampilan sosial pada anak disabilitas intelektual ini cenderung kesuliat dalam memahami ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan gerakan tubuh, dimana hal tersebut dapat menghambat pemahaman situasi sosial. Lalu, anak dengan disabilitas intelektual juga mengalami kesulitan dalam mengungkapkan pikiran dan perasaannya sendiri dengan jelas karena sulitnya menggunakan bahasa atau kosakata yang tepat.

Kesulitan Dalam Belajar

Disabilitas intelektual pada anak dapat mempersulit mereka dalam memahami dan mengingat informasi pada situasi kehidupan sehari-hari. Hal tersebut karena anak dengan disabilitas intelektual cenderung mengalami gangguan belajar. Gangguan belajar tersebut merujuk pada kesulitan untuk mengingat sesuatu, berpikir logis, mempertahankan informasi jangka panjang, serta menggunakan pengetahuan secara konsisten.

Kesulitan Dalam Berpikir Abstrak

Mengalami hambatan dalam pemahaman konsep-konsep kompleks atau abstrak pada anak dengan disabilitas intelektual menjadi tugas yang sulit baginya. Berpikir abstrak melibatkan kemampuan untuk memahami konsep yang tidak konkret atau yang tidak langsung dapat dilihat atau dirasakan.

Dampaknya, anak akan mengalami kesulitan dalam memahami dan menggunakan simbol atau representasi lain seperti simbol matematika atau lambang abstrak lainnya. Disisi lain, anak akan lebih terampil dan nyaman dalam memahami hal-hal yang konkret dan dapat dilihat secara langsung.

Kemampuan Beradaptasi dan Kemandirian Yang Terbatas

Keterbatasan dalam beradaptasi dan kemandirian adalah aspek yang sering dihadapi oleh anak-anak dengan disabilitas intelektual. Kemampuan beradaptasi dan kemandirian mencakup banyak aspek dari kehidupan sehari-hari, termasuk keterampilan sosial, komunikasi, perawatan diri, dan kesiapan untuk belajar. 

Kesulitan Dalam Memecahkan Masalah

Kesulitan dalam memecahkan masalah adalah salah satu tantangan umum yang dihadapi oleh anak-anak dengan disabilitas intelektual. Kemampuan untuk memecahkan masalah adalah bagian penting dari fungsi kognitif. 

Proses pemecahan masalah melibatkan kemampuan dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan menemukan solusi terhadap masalah yang dihadapi. Hal tersebut dapat terjadi karena anak dengan disabilitas intelektual memiliki kemampuan yang terbatas dalam memahami informasi dengan cepat dan efisien.

Itulah beberapa penjelasan perihal tanda dan gejala umum yang dialami oleh anak dengan disabilitas intelektual. kita harus selalu ingat bahwa setiap anak memiliki potensi dan keunikan mereka sendiri. Penting bagi kita semua untuk mendukung dan memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak dengan disabilitas intelektual untuk berkembang dan berpartisipasi secara penuh dalam masyarakat.

Ayo jadi bagian dalam gerakan Indonesia Baik dengan bergabung bersama Komunitas Sobat Hebat Indonesia Baik (SohIB) di sini. Ikuti juga Instagram @Indonesiabaik.id dan @id_sohib untuk informasi lengkap lainnya.